Jujur aja, artikel ini terinspirasi dari lagu Peterpan yang berjudul Langit Tak Mendengar. Akan tetapi disini aku akan melihat dari sudut pandang yang berbeda, hehe.
Terkadang kita merasa hidup ini kayak ngomong ke langit; panjang lebar, penuh harapan, tapi rasanya nggak ada yang jawab, kosong dan sunyi. Kayak semua doa cuma berhenti di atas kepala kita. Tapi sebenarnya yang menjadi masalah adalah bukan langit yang nggak dengar, tapi kita yang terlalu cepat menyerah saat belum ada jawaban.
Dalam hidup ini, nggak semua hal langsung dikasih respon. Ada yang harus nunggu, ada yang harus diuji dulu kesabarannya, dan ada juga yang jawabannya datang dalam bentuk yang nggak kita sadari. Misalnya kamu gagal di satu hal, rasanya kayak dunia runtuh. Padahal bisa jadi itu cara hidup buat ngarahin kamu ke jalan lain yang lebih cocok. Tapi karena kita fokusnya ke "yang hilang" akhirnya kita lupa ke "yang disiapkan".
Kita juga sering terlalu keras sama diri sendiri. Ngerasa kurang ini, ngerasa kurang itu. Padahal kita lagi berproses. Nggak ada orang yang langsung jadi hebat tanpa jatuh berkali-kali dulu. Coba deh sesekali kamu berhenti sebentar, Nggak usah mikir jauh-jauh, nggak usah bandingin diri sama orang lain, cukup tanyakan pada diri sendiri: "Aku sudah berusaha belum hari ini?". Kalo jawabannya "udah", itu cukup.
Nggak harus selalu sempurna, nggak harus selalu berhasil, yang penting jalan terus. Karena percaya atau nggak, langit itu sebenarnya mendengar, Cuma caranya jawab, nggak selalu sesuai ekspektasi kita. Jadi kalo hari ini terasa berat, nggak apa-apa. Kalo lagi capek, istirahat dulu, bukan menyerah. Dan kalo kamu merasa sendirian, ingat, kamu masih punya diri kamu sendiri yang harus kamu jaga. Pelan-pelan aja, nggak usah buru-buru, yang penting tetap jalan.

Komentar
Posting Komentar