PUASA ULAT DAN ULAR: SEBUAH PERJALANAN MENUJU TRANSFORMASI
Ulat dan
ular memiliki cara yang sama untuk mengubah diri mereka menjadi lebih baik.
Kedua hewan tersebut harus bersusah payah melalui serangkaian proses untuk
mencapai kesempurnaan diri dan melakukan perubahan dengan cara berpuasa. Namun,
setelah puasa yang dilakukan kedua hewan tersebut, keduanya memiliki perbedaan
yang signifikan antara hasil puasanya ulat dan hasil puasanya ular.
Seekor ular berpuasa dengan cara
mengganti kulitnya secara berkala dalam periode tertentu, namun hasil dari
puasa tersebut tidak membuat sifat dan karakter ular tersebut berubah. Seekor
ular memiliki karakteristik yang tetap dan tidak berubah, baik dari segi sifat,
bentuk, nama, makanan, cara bergerak, maupun tabiatnya. Adapun puasanya ulat,
ulat harus menjadi kepompong terlebih dahulu yang sebelumnya banyak makan,
kemudian bermetamorfosis dengan tujuan supaya berhasil mencapai kesempurnaan
diri; mengubah bentuk dan karakter setelah melakukan puasa. Ulat yang pada
awalnya merayap di dedaunan, merusak, bahkan menjadi hama pada tanaman yang ia
hinggapi, setelah melakukan puasa berubah menjadi kupu-kupu yang indah dan
membantu makhluk lain melakukan penyerbukan.
Hasil puasa yang didapatkan ular dapat
dilihat dari perubahan fisiknya yaitu kulitnya yang semakin mengkilap. Namun
tabiatnya tetap sama, yaitu memiliki racun yang tersimpan dalam tubuhnya, dapat
mematikan, dan membahayakan. Sementara dalam puasanya ulat, ulat berhasil
mencapai kesempurnaan diri. Ulat berhasil menjadi seekor kupu-kupu yang indah
dengan warnanya yang beragam. Kupu-kupu tersebut terbang lalu hinggap di
ranting tanpa mematahkan apa yang ia hinggapi tersebut. Setelah bermetamorfosis,
kupu-kupu memiliki karakter yang berbeda dan selalu mendekati bunga atau
tanaman yang harum.

Komentar
Posting Komentar